Beberapa orang takut akan pernikahan? • Malang Post News
Connect with us

Berita

Ketakutan akan pernikahan

Avatar

Published

on

GulaLives

Pada ribuan tahun yang lalu, masyarakat Yunani memiliki tradisi ritual sakral bernama Hieros Gamos. Mereka menganggap “pesekutuan tubuh” di antara dua makhluk berbeda jenis kelamin bukanlah sesuatu yang profan, melainkan sakral karena melibatkan kehadiran para Dewa dan Dewi.

Kata “gamos” itu awal mula istilah dari gamomania dan gamophobia. Gamomania tertuju pada hasrat seseorang yang berlebihan untuk menikah atau menyekutukan tubuh, dan gamophobia menggambarkan ketakutan irasional seseorang untuk membuat komitmen untuk berumah tangga. Gamophobia ini bisa menjangkit siapapun, tapi umumnya pria karena pria cenderung memiliki berbagai alasan dari masalah tanggung jawab, keuangan, sampai keterikatan. Yang semuanya dianggap akan menjadi belenggu kebebasan pria. Akhirnya, segala kekhawatiran itu berujung pada ketakutan yang berlebihan untuk menerima risiko pernikahan, mengasuh anak, membesarkan anak, dan segudang masalah lainnya.

Selain itu, ada faktor lain seperti pengalaman buruk tentang pernikahan; cerainya orang tua, KDRT, pelecehan, selingkuh, atau yang lainnya.

Pengalaman personal ini yang membuat seorang gamophobia melihat citra pernikahan sebagai hal yang negatif. Pengalaman ini yang membuat mereka berfikir bahwa jika nanti membangun rumah tangga yakin akan mengalami kejadian yang sama.

Depresi pun akan mendukung segala ketakutan itu. Orang mungkin mau menikah, tapi ada rasa takut dan cemas saat mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Dengan kurang percaya diri, citra yang buruk, hingga faktor seksual (impoten, disfungsi ereksi) dapat menyebabkan seseorang untuk menjauh dari komitmen dan, pastinya, pernikahan.

Gejala gamophobia ini dapat dilihat jika seseorang itu mengalami ketakutan yang irasional dan sangat ekstrem tentang komitmen dan pernikahan. Gejala lainnya bisa dengan menghindari acara-acara atau obrolan tentang pernikahan. Orang yang gamophobic akan menjadi agresif bila membicarakan soal pernikahan. Tapi mereka sebenarnya sadar bahwa takutnya itu irasional tapi mereka tidak mampu untuk mengendalikan perasaannya itu. Ini sejalan dengan perasaan tidak percaya diri mereka.

Gejala yang lebih parah yaitu bila mereka terlihat panik yang telihat seperti gemetar, menangis, jantungnya berdetak cepat, sulit bernafas, mual atau muntah, pusing atau pingsan, dan berkeringat bila menghadapi hal yang berkaitan dengan pernikahan, meski hanya membicarakan atau melihat orang lain menikah.

 

SUMBER: Tirto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Hendak menumpang truk, bocah tewas terserempet bus di Koja

Avatar

Published

on

Pixabay
Seorang anak laki-laki yang berinisial IH (13 tahun) tewas akibat terserempet oleh bus di Jalan Yos Sudarso, wilayah Koja, Jakarta Utara, pada Jumat malam (17/1).
Kecelakaan ini terjadi pada saat IH ingin mencoba menumpang pada truk yang sedang melintas.
Pada awalnya, IH dan teman-temannya memberhentikan truk yang sedang berjalan.
MS, salah satu temannya, berkata bahwa IH terjatuh dari sambungan mobil truk yang dihentikan.
“Kita udah di atas truk, ya udah tiba-tiba dia posisinya mau ke depan, terus terjatuh,” ujar MS, dilansir oleh Tribun Jakarta.
Salah seorang juru parkir yang berada dekat dengan lokasi, Alex (52 tahun), mengaku bahwa ia sering melihat IH dan teman-teman lainnya menumpang truk di sana.
“Emang anak-anak ini sering numpang-numpang truk gitu,” paparnya.
Korban meninggal dunia seketika di TKP. Jenazah IH kemudian dibawa oleh Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Utara menuju RS Cipto Mangunkusumo.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Demo banjir Jakarta, Abu Janda minta Anies lanjutkan program Ahok

Avatar

Published

on

Pixabay
Seorang orator dari organisasi Jakarta Bergerak Rakyat Bersatu telah menilai bahwa kesalahan pada Gubernur DKI sampai menyebabkan kebanjiran yang terjadi di Jakarta.
Orator tersebut adalah Abu Janda yang menegaskan bahwa penyebab Anies tidak melanjutkan program kerja ex-Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), adalah program kerja normalisasi.
“Yang diinginkan oleh warga DKI kerja pak Ahok diteruskan terkait normalisasi sungai,” kata Abu Janda pada saat ditemui di area Patung Kuda, hari Selasa (14/1).
Ia menilai apabila program Ahok tentang normalisasi dilanjutkan oleh Anies sebagai Gubernur DKI sekarang, maka bencana banjir yang menimpa Jakarta kemarin di awal tahun tidak mungkin akan parah. “Normalisasi belum dilakukan sehingga terjadi banjir, kalau dinormalisasi maka tidak akan ada banjir separah ini,” jelasnya.
Ia berpendapat apabila Anies tidak mau melakukan normalisasi karena menghindari dari tindakan penggusuran. Menurut Abu, apabila Anies melakukan tindakan tersebut akan merusak citra baiknya untuk melaju ke Pemilihan Presiden 2024.
“Konsekuensi normalisasi adalah menggusur tapi Anies tidak mau karena capres untuk 2024,” ujar Abu.
Abu Janda sebut kesalahan Anies ini telah menyebabkan banyak kerugian yang mencapai miliaran rupiah bagi perusahaan dan warga Jakarta. Dia juga mendukung beberapa warga melalui clas action gugat Anies menuju pengadilan.
Abu meminta Anies tidak terlalu sibuk dengan pencitraan yang ia jaga dengan cara kerja bakti dan lainnya, tetapi bekerjalah untuk mengatasi masalah banjir ini. “Warga tidak ingin pak Anies pencitraan dengan kerja bakti sana-sini,” tegas Abu.
SUMBER: Tempo

Continue Reading

Berita

Petugas Damkar evakuasi ular sanca 3 meter

Avatar

Published

on

Pixabay
Tim Damkar wilayah Cipete telah mengevakuasi satu ekor ular jenis sanca yang melilitkan diri di lampu penerang jalan, Jalan Nangka, Cipete Utara, Jakarta Selatan, pada hari Jumat 17 Januari.
Menurut Purnomo, salah seorang dari tim Damkar dari Sektor II Kebayoran Baru, ular sanca dengan panjang mencapai tiga meter itu ada di tiang setinggi 25 meter.
Agar bisa menjangkau ular tersebut, petugas Damkar harus memanjat tiang lampunya.
“Kendala tinggi dan ditarik susah karena ular melilit di tiang,” ucap Purnomo saat diminta konfirmasi, dilansir Tribun Jakarta.
Ada tujuh orang personel yang kemudian dikerahkan pada kejadian ini. Sementara dikabarkan ular tersebut sempat melawan para petugas saat akan ditangkap.
“Sebelumnya sudah diakalin sama warga tapi enggak bisa,” lanjutnya.
Diduga, ular tersebut berasal dari kebun yang kosong yang berada di sebelah tiang lampu tersebut.
Warga kemudian diimbau agar segera melapor pada petugas bila menemukan lagi ular di daerah rumah.
“Di wilayah Cipete Utara memang sering (evakuasi ular). Pada saat banjir kemarin saja, laporan keberadaan ular bisa tiga kali dalam sehari,” jelas Purnomo.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending