Work-life balance itu mitos. Sebaliknya, lakukanlah ini • Malang Post News
Connect with us

Gaya Hidup

Work-life balance itu mitos. Sebaliknya, lakukanlah ini

Avatar

Published

on

Jika kamu memikirkannya, keseimbangan antara kehidupan dan kerja adalah aspirasi yang aneh untuk kehidupan yang memuaskan. Keseimbangan adalah statis: jika hidup kita selalu seimbang – orang tua bahagia, anak-anak terurus, bekerja – maka pemikiran utama kita adalah dengan berteriak “Jangan ada yang bergerak!” dan berdoa semua akan tetap sempurna selamanya. Harapan palsu ini diperburuk oleh kategori-kategori itu sendiri. Mereka menyiratkan bahwa pekerjaan itu buruk, dan hidup itu baik; kita kehilangan diri kita sendiri dalam bekerja tetapi menemukan diri kita dalam kehidupan; kita bertahan hidup di pekerjaan, tetapi menghidupi hidup.Dan demikian tantangannya, kita di beritahu, untuk menyeimbangkan pekerjaan yang berat dengan ringannya kehidupan.

Namun, pekerjaan bukanlah kebalikan dari kehidupan. Ini merupakan bagian dari kehidupan – seperti halnya keluarga, juga teman, komunitas, dan hobi. Semua aspek kehidupan ini memiliki andil yang luar biasa, momen yang meneguhkan dan momen yang terbagi menyeret kita. Hal yang sama berlaku untuk pekerjaan, namun ketika kita menganggapnya sebagai hal buruk, maka kita kan kehilangan kemungkinan untuk menjadi lebih baik.

Akan menjadi lebih bermanfaat untuk tidak mencoba menyeimbangkan yang tidak seimbang, tetapi untuk memperlakukan pekerjaan dengan cara yang sama seperti kamu melakukan dengan kehidupanmu: Dengan memaksimalkan apa yang kamu sukai. Inilah yang kami maksud.

Pertimbangkan mengapa dua orang yang melakukan pekerjaan yang persis sama tampaknya mendapatkan kekuatan dan kegembiraan dari waktu yang berbeda. Ketika kami mewawancarai beberapa ahli anestesi, kami menemukan bahwa meskipun jabatan dan fungsi pekerjaan mereka identic, sensasi dan keinginan yang mereka rasakan dalam pekerjaan tidak pula identic. Salah satu dari mereka mengatakan dia menyukai sensasi memegang setiap pasien yang melayang pada satu titik yang tepat antara hidup dan mati, sementara dia bergidik pada “tekanan” untuk membantu setiap pasien menjadi sehat setelah operasi selesai. Yang lainnya mengatakan dia menyukai percakapan kecil sebelum operasi, dan sesnitivitas yang tenang diperlukan untuk membawa pasien yang dibius dengan lembut kembali menuju kesadaran tanpa kepanikan yang menimpa banyak pasien. Yang lainnya, sebagian besar tertarik pada seluk-beluk mekanisme anestesi itu sendiri dan telah mendedikasikan dirinya untuk mendefinisikan secara tepat bagaimana masig-masing obat melakukan tugasnya. Masing-masing dari kita, tanpa alasan yang baik selain dari perselisihan kromosom kita, mengambil kekuatan dari berbagai kegiatan, situasi, momen, dan interaksi.

Pikirkan tentang berbagai aktivitas hidupmu sebagai utas. Ada yang hitam, ada yang abu-abu dan ada yang putih. Tetapi beberapa kegiatan ini tampaknya dibuat dari unsur yang berbeda. Kegiatan-kegiatan ini mengandung semua tanda cinta: sebelum kamu melakukannya, kamu mendapati dirimu menantikannya; saat melakukannya, waktu semakin cepat dan kamu berada dalam arus; dan setelah kamu selesai melakukannya, kamu merasa segar kembali. Ini adalah benang merahmu, dan penelitian oleh Mayo Clinic menunjukkan bahwa dokter yang menenun kain hidup mereka dengan setidaknya 20% benang merah secara signifikan lebih kecil kemungkinannya mengalami kelelahan.

Cara yang paling sederhana bagimu untuk melakukan ini adalah menghabiskan seminggu dengan jatuh cinta bersama pekerjaanmu. Ini kedengarannya aneh, tetapi maksudnya adalah memilih minggu regular di tempat kerja dan bawalah catatatan kecil sepanjang minggu. Di bagian tengah catatan ini, gambar garis vertical untuk membuat dua kolom, dan tulis “Suka” di bagian atas satu kolom dan “Benci” dibagian atas yang lain. Sepanjang minggu, setiap kali kamu merasakan salah satu tanda suka, tulis di kolom “suka”. Dan setiap kali kamu menemukan dirimu kebalikannya – sebelum kamu melakukan sesuatu, kamu menunda-nunda,; saat melakukannya, waktu habis; dan ketika kamu selesai mengerjakannya, kamu berharap tidak perlu melakukannya lagi – menuliskan apa yang kamu lakukan di kolom “benci”.

Jelas akan ada banyak kegiatan dalam minggumu yang tidak masuk dalam daftar, tetapi jika kamu menghabiskan seminggu suka dengan pekerjaanmu, pada akhir minggu kamu akan melihat daftar kegiatan di kolom “suka” yang terasa beda dari sisa pekerjaan. Mereka akan memiliki valensi emosional yang berbeda, menciptakan dalam dirimu perasaan yang positif dan memotivasimu.

Penelitian kam (sampel acak bertingkat dari populasi yang bekerja di 19 negara) mengungkapkan bahwa 73% dari kita mengkalin bahwa kita memiliki kebebasan untuk memodifikasi pekerjaan kita agar sesuai dengan kekuatan kita dengan lebih baik, tatpi hanya 18% dari kita yang melakukannya. Maka tantanganmu adalah menggunakan benang merah untuk mengubah konten pekerjaanmu secara cerdas, seiring waktu, sehingga mengandung lebih banyak hal yang kamu sukai dan lebih sedikit yang kamu hindari.

Kategori yang paling membantu kita bukanlah “bekerja” dan “hidup”. Kita seharusnya tidak berjuang untuk menyeimbangkan keduanya. Sebaliknya, kategori terbaik adalah “suka” dan “benci”. Tujuan kami seharusnya adalah, sedikit demi sedikit, minggu demi minggu, dengan sengaja menyeimbangkan semua aspek pekerjaan kamu terhadap yang utama dan jauh dari yang tidak diutamakan. Bukan hanya untuk membuat kita merasa lebih baik, tetapi agar kolega kita, teman-teman kita, dan keluarga kita semua dapat memperoleh manfaat dari kita dengan sebaik-baiknya.

Kita tidak bisa selalu melakukan apa yang kita sukai. Tetapi kita selalu dapat menemukan kecintaan di dalam apa yang kita lakukan.

 

SUMBER: TIME

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Gerakan makan telur di Sukabumi cegah stunting

Avatar

Published

on

Pixabay

Sukabumi meluncurkan program konsumsi telur agar menekan angka dari kondisi stunting. Stunting adalah kondisi anak yang memiliki tinggi yang lebih rendah dibanding standar pada usianya. Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan gizi yang didapat pada anak-anak.

Launching gerakan konsumsi daging ayam dan telur yang bertempat di Posyandu Gatot Kaca, Jl. Kolabereus Salaeurih, Kel. Dayeuhluhur, Kec. Warudoyong, pada hari Rabu 22 Januari. “Upaya ini untuk membebaskan kota Sukabumi dari stunting,” ujar Achmad Fahmi, Walkot Sukabumi.

Gerakan ini disebut oleh Fahmi adalah pemberian asupan yang bergizi dengan memberikan protein hewani dari telur ayam. Langkah ini dilakukan supaya anak dan cucu tumbuh berkembang dengan normal.

Program tersebut menurut Fahmi, dari setiap posyandu akan diberikan satu peti penuh telur ayam, sebanyak 200 butir. Maka nanti, satu anak akan dapat sebanyak dua butir telur dan semuanya diberi pada anak supaya mendapat asupan makanan bergizi dengan lebih baik dan tumbuh dengan normal seperti yang diharap semua orang tua.

Ia berkata bahwa bantuan program CSR tersebut capai sebanyak 12 peti dalam satu bulan atau artinya ada 2.400 butir telur dalam satu tahun. “Targetnya anak Sukabumi makin sehat dan kasus stunting di Sukabumi bisa dituntaskan,” tambahnya.

Berdasarkan info yang diperoleh oleh Fahmi, Sukabumi masih memiliki kasus stunting pada beberapa wilayah. Ia kemudian berharap bahwa kota Sukabumi bebas dari peristiwa stunting.

Kardina Karsoedi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sukabumi, ikut berpendapat bahwa gerakan ini mendapatkan dukungan dari distributor telur yang dipasok satu bulan sekali antara hari Rabu dan Sabtu.

Telur-telur tersebut didistribusi melewati Pemerintah Kota Sukabumi dan disambung ke warga.

SUMBER: Republika

Continue Reading

Kesehatan

Dokter China yang selidiki virus korona mengaku terinfeksi

Avatar

Published

on

Republika

Satu orang dokter China yang sedang menyelidiki wabah dari virus mematikan yang baru mengaku telah terinfeksi oleh virus tersebut.

Kepala Departemen Pengobatan Paru dari Peking University First Hospital Beijing, Wang Guangfa, jadi bagian dari tim ahli yang pada awal bulan Januari ini sempat mengunjungi Wuhan, asal tempat dari virus korona.

Media televisi pemerintah China memberikan laporan di hari Rabu pagi, Wang kini sedang dalam ruang isolasi dan diberikan perawatan sejak hari Selasa karena diduga terkena infeksi dari virus korona.

“Saya terdiagnosa dan kondisi saya baik-baik saja,” ucap Wang pada Cable TV Hong Kong, Selasa (21/1). Ia tidak lupa menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang masyarakat berikan padanya.

Jumlah korban yang meninggal dunia akibat virus korona yang menyerupai flu, telah dikonfirmasi oleh para pejabat bahwa virus tersebut bisa menular pada sesama manusia, menjadi enam orang korban, per Selasa (21/1). Jumlah dari kasus virus yang sudah dilaporkan melonjak menjadi 300 kasus lebih. Sementara, ada 15 orang petugas medis yang ikut terkena infeksi juga.

Wang, pada saat itu sedang melakukan penelitian perihal infeksi saluran pernapasan berat (SARS) pada tahun 2003, berkata ia sedang dalam perawatan medis dan akan diberikan suntikan. Namun, ia tidak menceritakan tentang bagaimana ia terkena infeksi virus itu.

“Saya tak mau semua orang terlalu memperhatikan kondisi saya,” sebutnya pada kanal berita China.

Pada tanggal 10 Januari ia berkata pada media wabah dari virus korona tampak terkendali, karena sebagian dari pasien memiliki gejala-gejala yang ringan dan beberapa sudah boleh dipulangkan.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Kesehatan

Penderita penyakit kritis di Jabar di atas rata-rata Nasional

Avatar

Published

on

Pixabay

Total orang dengan penyakit kritis di Jabar di atas rata-rata Nasional.

“Seperti penyakit jantung. 1,6% masyarakat di Jabar menderita penyakit jantung,” jelas dr. Laura Anasthasya, dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Premier Jatinegara pada seminar PRUTotal Critical Protection, Bandung, Senin 20 Januari.

dr. Laura berkata bahwa jumlah ini melebihi dari rata-rata yang nasional miliki, yaitu 1,5%. Begitu pula dengan penyakit hipertensi masyarakat Jawa Barat sebanyak 9,67%, dengan rata-rata nasional sebanyak 8,36%.

Begitupun dengan penyakit stroke. Penyakit stroke diderita sebanyak 11,4%, angka ini melebihi angka rata-rata nasional yang hanya sebanyak 10,9%. Juga gagal ginjal sebesar 0,48%, di atas rata-rata nasional 0,38%.

“Itu merupakan data yang diambil dari Riset Dasar 2018. Riset tersebut menunjukkan berbagai jenis penyakit memiliki prevalensi yang melebihi rata-rata nasional,” tutur dr. Laura.

Selain dengan disebabkan jumlah penduduk dengan angka besar, penyakit kritis itu bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Untuk itu, imbauan pada masyarakat untuk tidak terpaku mengindar hanya satu penyakit tertentu saja.

Bermacam-macam masalah kesehatan bisa terus bertambah karena dari banyak faktor yang mendukung seperti gaya hidup, perubahan iklim, dan globalisasi.

“Kondisi penyakit semakin banyak karena kurang aktivitas fisik, makanan pengawet, rokok, dan lainnya,” ungkapnya.

Maka dari itu, masyarakat Jawa Barat perlu untuk mengantisipasi dari ancaman penyakit kritis dengan cara mengubah gaya hidupnya dan lebih menyadari akan mahalnya kesehatan.

Penyakit kritis bisa berimplikasi ke aspek psikologis, finansial, dan sosial yang tergoyangkan stabilitas masa depan keluarga dan ekonomi.

“Apalagi beberapa jenis penyakit seperti akibat kecelakaan dan bencana tidak ditanggung BPJS,” tutur dr. Laura.

Masyarakat diminta agar mawas diri, menjalani pola hidup yang sehat, istirahat dengan cukup, dan rajin untuk medical check up.

“Lakukan medical check up untuk mencegah, bukan medical check up setelah sakit,”.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending