Cara menangkap gerhana matahari di Singapore • Malang Post News
Connect with us

Pendidikan

Cara menangkap gerhana matahari langka di Singapura pada Boxing Day

Avatar

Published

on

SINGAPURA: Orang-orang di Singapura akan dapat melihat sekilas gerhana matahari langka pada Boxing Day.

Gerhana matahari cincin ini akan berlangsung pada 26 Desember, memberikan kesempatan bagi masyaralat untuk mengalami apa yang disebut astronom lokal sebagai peristiwa “sekali seumur hidup”.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan menutupi pusat matahari, meninggalkan tepi luar matahari yang terlihat membentuk “cincin” di sekitar bulan.

Itu terjadi ketika bulan berada di titik terjauh dari bumi dan jadi tampak lebih kecil, yang berarti itu tidak akan menghalangi seluruh pandangan matahari, menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA).

Kali berikutnya gerhana seperti itu terjadi di Singapura adalah pada tahun 2063, menurut The Astronomical Society of Singapore.

“Cincin api” ini hanya akan terlihat di bagian selatan Singapura, tambah masyarakat.

“Cincin api langka di sekitar bulan ini adalah peristiwa sekali seumur hidup yang tidak boleh Anda lewatkan, karena gerhana matahari cincin belikutnya yang akan dilihat dari Singapura hanya akan terjadi pada tahun 2063,” katanya di situs webnya.

“Meskipun ada gerhana matahari yang terjadi di suatu tempat di seluruh dunia setiap tahun, tidak semuanya terlihat bagi kita karena ketidakcocokan lokasi, waktu, dan rotasi bumi.”

BAGAIMANA CARA MENGABADIKANNYA

Perhimpunan Astronomi Singapura dan Perhimpunan Rakyat akan menyiapkan teleskop khusus di PAssion WaVe di Jurong Lake Gardens, pada hari itu.

“Sangat berbahaya melihat matahari melalui teropong atau teleskop tanpa filter khusus karena akan menimbulkan kerusakan mata permanen atau bahkan kebutaan,” katanya memperingatkan.

Gerhana akan mulai sekitar 11.27 siang dan akan belangsung hingga sekitar 03.18 sore.

Fase “cincin” – di mana hingga 94% permukaan matahari akan ditutupi oleh bulan – akan terjadi mulai pukul 1.22 siang hingga 1.24 siang, tambahnya.

Science Centre Singapore juga akan mengadakan acara untuk anggota masyarakat di Ecogarden, mulai pukul 11 siang hingga pukul 3 sore.

Pendaftaran gratis, tetapi mereka yang ingin pergi harus memesan. Ini akan tersedia secara online mulai jam 7 malam pada tanggal 25 Desember.

 

SUMBER: Channel News Asia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Perayaan Natal Kemendikbud, Nadiem ajak semua bekerja sebagai sahabat

Avatar

Published

on

KOMPAS.com

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengajak pada seluruh pihaknya untuk berkarya dan bekerja sebagai sahabat untuk semua orang.

“Bekerja dan berkaryalah sebagai sahabat bagi semua orang,” ucapnya yang hadir di acara perayaan Natal tahun 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kemendikbud, yang didampingi oleh istri, Franka Nadiem, pada hari Jumat 17 Januari, di bilangan Senayan, Jakarta.

Pesan itu disampaikan oleh Nadiem yang pada itu sesuai dengan temanya, “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang”.

Ia berkata mengenai keberagaman agama, budaya dan suku bukanlah hal yang menghambat terhadap eratnya tali persahabatan sesama bangsa.

“Kebersamaan dalam berbagai keberagaman merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan kehidupan yang bersatu, bergotong royong, berdaulat, adil dan makmur, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar RI 1945,” jelasnya.

Acara Kemendikbud tersebut pun mengangkat “Melalui Semangat Natal, Kita Wujudkan Sumber Daya manusia yang Unggul dan Berkarakter” menjadi subtemanya.

Terkait pada hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mengajak seluruh insan pendidikan & kebudayaan untuk semangat lebih lagi dengan berkarya dalam mewujudkan SDM yang berkarakter dan unggul.

“Marilah kita hindari hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa karena keberagaman merupakan anugerah yang terindah,” dilansir dari situs Kemendikbud.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mengajak seluruh insan yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali membangun sinergi dan solidaritas antar sesama guna membersatukan keberagaman agar bisa terwujudnya proses pembelajaran yang berkarakter.

Kali ini, Mendikbud berterima kasih pada Uskup Agung Jakarta Kardinal, Ignatius Suharyo dan juga Pendeta Willem TP Simarmata, beserta seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi atas perayaan Natal dan Tahun Baru hingga terselenggara dengan baik.

“Akhir kata, saya mengucapkan selamat Natal tahun 2019 dan selamat Tahun baru 2020,” tutup Nadiem.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Pendidikan

Dosen UGM ciptakan lidah elektronik untuk deteksi makanan halal

Avatar

Published

on

KOMPAS.com
Dosen Fisika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gajah Mada (UGM), Dr. Kuwat Triyana telah mengembangkan lidah eletronik atau yang disebut “elto”.
Alat tersebut bisa digunakan untuk cek autentikasi asli dan halal pada sebuah produk makanan.
“Alat ini bisa digunakan sebagai metode untuk membuktikan keaslian produk-produk makanan, seperti kopi luwak dan zam-zam, deteksi kontaminasi produk dan kehalalannya, deteksi cepat narkotika dan lainnya,” ucapnya saat ditemui di Lab. Fisika Material dan Instrumentasi di Departemen FMIPA di kampus Yogyakarta tersebut, pada Jumat 17 Januari 2020.
Ia menjelaskan seperti halnya lidah manusia, elto pun bisa menganalisis berbagai rasa seperti asin, manis, gurih, asam, dan pahit.
Selain itu, alat yang sudah diverifikasi dan dikalibrasi di lab yang ada di salah satu universitas di Portugal mempunyai nilai akurasi yang tinggi, yaitu 98% lebih.
Alat tersebut dirancang dengan komponen utama seperti larik sensor perasa sebagai dari elektroda kerja, sistem akuisisi data, kecerdasan buatan, dan elektroda referensi yang semuanya dihubungkan ke dalam komputer atau ponsel berbasis Android dengan cara nirkabel.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Pemerintah diharapkan dukung masyarakat adat untuk jaga hutan

Avatar

Published

on

Pemerintah diharapkan untuk terus bisa mendukung dengan cara melibatkan para kelompok masyarakat adat juga lokal untuk berjuang menjaga lahan dan hutan, tegas Dahniar Adriani selaku Koordinator Eksekutif Perkumpulan HuMa Indonesia.

“Ketika pemerintah meyakini hanya mereka yang bisa menjaga hutan, sebenarnya di seluruh pelosok negeri ini juga banyak komunitas masyarakat adat atau lokal yang sudah mempraktikkan itu,” ujarnya di dalam acara konferensi pers, Jakarta, hari Kamis.

Katanya, meskipun pemerintah telah memulai pergerakan dengan langkah pengadaan dana desa, tetapi dari semua ini perlu juga adanya dukungan, khususnya dari masyarakat adat, guna mengurangi perselisihan agraria yang masih sering terjadi sampai kini.

Berdasarkan data yang didapat oleh HuMa, per Desember 2019 sudah terjadi perselisihan sumber daya alam dan agraria sebanyak 346 kasus pada 166 kota dan kabupaten, juga pada 32 provinsi.

Perselisihan ini sudah meliatkan wilayah seluas 2.322.699,325 hektare dan korban jiwa masyarakat adat sebanyak 1.164.174 jiwa. Perselisihan atas kebun sendiri adalah kasus yang menempati tempat paling atas sebab ada 161 kasus.

Maka itu, HuMa meminta pemerintah selain mendukung dari segi investasi, dukungan juga bisa dimulai dengan menguatkan seluruh masyarakat dari akar karena mereka yang lebih mengetahui tentang kebutuhan mereka.

Menurutnya, pemerintah sudah seharusnya mulai menyadari bahwa peningkatan dalam investasi harus berjalan saling beriringan dengan kesadaran. Menyadari bahwa ada keperluan dalam merancang kebiajakn dan program yang sesuai dengan kebutuhan seluruh masyarakat.

Dengan mengambil contoh dari bagaimana masyarakat adat dari Karampuang, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, yang telah berhasil untuk mendorong pemerintah lokal agar mengoptimalkan terhadap pemanfaatan Dana Desa yang diperuntukan pelestarian wilayah adat.

“Masyarakat yang paling tahu apa yang mereka butuhkan dan bagaimana cara mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pemerintah hanya perlu membuka kesempatan untuk mendengat dan mendampingi masyarakat dalam menysun perencanaan yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan konflik,” kata Dahniar.

 

SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending