5 lagu terbaik minggu ini: Harry Styles sampai Tame Impala
Connect with us

Hiburan

5 Lagu terbaik minggu ini, dari Harry Styles hingga Tame Impala

Avatar

Published

on

stylecaster

Minggu ini, musik baru dari Harry Styles datang dengan suasana retro yang berkelanjutan, psychedelia instrospektif Tame Impala yang penuh dengan makna, Allie X dan Troye Sivan drama cintanya. Selain itu, Teyana Taylor menunjukan karyanya pada lagu “We Got Love” dan trio seniman yang gemerlap di atas pop “Let Me Know”.

 

“Posthumous Forgiveness,” Tame Impala

Tame Impala selalu mengedepankan garis antara pengaruh retro dan inovasi. “Posthumous Forgiveness” single ketiga dari album keempat yang akan datang. Ini hampir dua lagu menjadi satu: beberapa menit pertama diberikan untuk refleksi psychedelia yang terinspirasi pada kehilangan – lirik, lagu tersebut berisi refleksi tentang hubungan rumit penyanyi utama Kevin parker dengan almarhum ayahnya – sebelum berubah menjadi lagu pop melodi yang bias. Tetapi ketika dia menyanyikan “Wanna tell you bout my life/ wanna play you all my songs / hear your voice sing along” terdengar lebih dari sekedar basa-basi: ini adalah harapan pahit. Parker adalah produser yang banyak diminati para seniman lintas genre; di sini, dia mengingatkan kita tentang belati emosional yang dia dapat gunakan atas seluk-beluk produksinya.

“Love Me Wrong,” Allie X feat. Troye Sivan

Allie X dan Troye Sivan tidak memiliki masalah untuk menjadi emosional pada “Love Me Wrong” balada yang bergema dan sentuhan opera dari eksperimentalis Kanada dan artis pendatang baru Afrika-Australia Selatan. Lagu itu tidak terdengar jauh dari album awal lana Del Rey; ia memiliki getaran vintage, menjulang jembatan dan paduan suara halus yang membangkitkan pemandangan mimpi yang sedih. Beberapa saran lirik yang ditempatkan dengan baik membuat sketsa narasi tentang niat baik yang salah tempat “You love me, dress me to the nines.. I know you love me, cause you want the best,” Allie X menghela nafas, terdengar pasrah dengan gagasan cinta sebagai sangkar. Kedua seniman menyalurkan frustasi mereka dengan baik, mengulurkan suku kata dengan pengabaian yang terkontrol.

“Adore You,” Harry Styles

Harry Styles terus mendalami skema disko di single barunya “Adore You”. Lagu itu datang dengan kampanye promosi luas yang melibatkan tujuan wisata fiksi (pulau “Eroda” – artinya “Adore” dibaca terbalik) dan menjadi hype: itu mendahului album kedua yang akan datang, Fine Line, yang akan keluar pada 13 Desember, dan diikuti oleh “Lights Up” produk akhir dari “Adore You” seperti pulau yang diikat dengan ikatannya, abadi dan ramah, sebuah lagu cinta mid-tempo dengan gelembung perkusi dan petikan gitar listrik cepat menjelang menit akhir. Plus, ini berfungsi sebagai semacam pemenuhan harapan bagi penggemar Styles yang ingin mendapatkan sedikit perhatiannya: sulit untuk tidak mendengarkan “Just let me adore you, like it’s the only thing I’ll ever do” dan tidak menjadi korban karismanya. Video pendampingnya adalah kisah lain seluruhnya, narasi kesepian dan penemuan diri selama 8 menit.

“We Got Love,” Teyana Taylor

“We Got Love” pertama kali ditampilkan oleh Teyana Taylor pada Saturday Night Live pada tahun 2018. Sempat ditahan untuk hadir di album tahun lalu K.T.S.E. Sekarang dia ada di sini: lagu R&B-rap yang sangat pribadi dan mengangkat dari Taylor, merayakan prestasinya – yang tidak sedikit pun melahirkan di kamar mandinya – dan memposisikan dirinya sebagai panutan. (“Kami akan memecah stigma, Huctables to the Obamas,” ia menyarankan tentang hubungannya yang banyak dipublikasikan dengan suaminya Iman Shumpert.) Namun alih-alih perdagangan dalam keberanian semata-mata yang mengisi sebagian besar hip-hop hari ini, Taylor hanya bersuara. Konten. Dia diangkat lebih jauh oleh produksi – dari Kanye West – dan pengaturan orkestra yang indah yang mendukung paruh kedua trek dengan kedalaman musik.

“Let Me Know,” Clear Eyes, Drew Love and Lauren Jauregui

“Let Me Know” lebih terasa sebagai ‘mood‘ daripada ‘cerita,’ sedikit semboyan elektronik pop dengan kontribusi vokal bolak-balik dari Drew Love (dan R&B duo THEY) dan Lauren Jauregui, mantan Fifth Harmony. Rahasianya adalah gema, produksi berlapis-lapis dari Clear Eyes, seorang seniman yang dikenal sebagai bagian dari unit jazz-pop unit Marian Hill. Menenangkan dan menangkap sekaligus terutama ketika Jauregui mencapai langkahnya – itu adalah jalur yang berhubungan dengan introspeksi tetapi merindukan masukan: “If it ain’t love, let me know. If it’s too much, let me know.

 

SUMBER: Time

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Kang Emil sebut 60 juta wisatawan berkunjung ke Jabar selama 2019

Avatar

Published

on

detikcom

Ridwan Kamil (Kang Emil), selaku Gubernur Jabar berkata bahwa ada 60 juta wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Jawa Barat di tahun 2019. Angka ini di atas yang Disparbud targetkan yaitu 49 juta orang yang berwisata.

“Sepanjang tahun 2019 kemarin, Jawa Barat memiliki prestasi di bidang pariwisata yang luar biasa. Dari target wisatawan 49 juta yang datang 60 juta. Artinya, orang yang datang untuk berbahagia dan bergembira di Jabar itu melebihi target yakni 11 juta orang,” ujar Emil setelah selesai membuka acara Peluncuran West Java Calendar Event and Festival tahun 2020 di Bandung, pada hari Rabu 22 Januari.

Ia berkata bahwa hingga pada saat ini Disparbud Provinsi Jawa Barat sudah melakukan inovasi secara terus menerus untuk wisatawan semakin tertarik dan menikmati Jawa Barat dari gunung hingga pantai.

“Ada yang datang ke sini untuk wisata buatan dan ada juga yang datang karena ingin ke festival,” ujarnya.

Emil mengatakan tentang festival wisata dibuat oleh Disparbud Jawa Barat yang jumlahnya capai ribuan dimulai dari skala kecil yang ada di kampung sampai skala besar.

“Tapi, sekarang kita klasifikasi ada 167 festival unggulan untuk perkuatan ekonomi di Jabar. Nah, dari 167 ini ada olahraga, ada tradisi, ada yang sifatnya religius dan ada yang musik dan lain-lain. Nah, Kontribusi ini nilainya saya coba hitung, ada triliunan (rupiah) datang dari perputaran itu,” jelas Emil.

Menurutnya, 167 festival tersebut akan diadakan di 27 Kota/Kabupaten. 5 diantaranya adalah festival unggulan.

“Bentuknya itu ada yang sifatnya di kota atau pedesaan, gunung dan lain-lain. Yang diunggulkan ada lima sesuai dengan standar yang diberikan Kemenparekraf. Jadi, lima ini dapat dukungan dari pusat,” tuturnya.

Festival yang menjadi unggulan di tahun 2020 diantaranya adalah Festival Keraton yang akan diadakan di Cirebon, Acara Kebudayaan Priangan Garut, Festival Cap Go Meh, Festival Jatigede, dan Festival Asia Afrika Bandung.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Hiburan

Ozzy Osbourne akui mengidap parkinson

Avatar

Published

on

foxnews.com

Ozzy Osbourne, musisi, mengungkap dirinya mengidap parkinson. Pernyataan ini ia berikan saat diwawancara pada acara Good Morning America, ditayangkan hari Selasa 21 Januari waktu setempat.

Robin Roberts, yang mewawancarai Ozzy, bertanya padanya apa ada alasan-alasan tertentu kenapa dia mengumumkan penyakitnya sekarang. Ozzy yang didampingi oleh Sharon, istrinya, menjawab pertanyaan tersebut.

“Sejak dulu itu bukan masalah yang besar, saya tidak mengetahui perbedaan (mengidap parkinson atau tidak). Sharon bertanya ‘apakah kamu baik-baik saja? kamu terlihat berbeda’,” jelas Ozzy dengan pengucapannya yang sedikit tidak jelas.

Dua tahun belakang, Ozzy memang sempat mengalami masalah pada kesehatannya. Di bulan Oktober 2018, turnya yang keliling Amerika Serikat dibatalkan. Sebab ia harus melakukan operasi pada tangan kanannya.

Lalu, Januari 2019, ia dirawat di RS karena flu yang bersambung jadi paru-paru basah. Satu bulan kemudian, ia harus diberikan perawatan secara intensif di RS swasta.

Masih di tahun 2019, ia terjatuh di kediamannya. Kecelakaan jatuh ini menyebabkan beberapa masalah seperti tulang belakang dan bagian lehernya hingga mesti dioperasi.

Karena itu terpaksa ia menunda tur “No More Tours 2 Tour”, di mana tur akan dilaksanakan di Inggris dan Eropa. Konser mulanya akan diadakan di pertengahan tahun 2019, diundur menjadi awal tahun 2020.

“Ketika saya terjatuh, semua menjadi gelap. Saya ke kamar mandi kemudian saya jatuh, tiba-tiba jatuh dan terbanting ke lantai,” ucapnya.

“Saya ingin ketika terbaring berpikir, ‘Ya, kamu sudah melakukannya’, Sharon memanggil ambulans untuk saya. Setelah itu, semuanya (kesehatan saya) menurun,” lanjut Osbourne.

Robert bertanya lagi untuk memastikan kondisi Ozzy setelah semua kejadian tersebut berangsur pulih. Sharon memberikan penjelasan bahwa sampai pada saat ini, sudah memakan satu tahun lamanya untuk proses pemulihan.

“Bulan depan, satu tahun (setelah saya terjatuh). Itu tahun paling buruk, paling panjang, paling menyakitkan dan paling menyedihkan bagi saya,” tambah Ozzy Osbourne.

Roberts menjelaskan tentang Ozzy yang ingin beri tahu kondisinya pada publik. Menurutnya, Osbourne mengetahui media memberi berita perihal kesehatannya yang buruk selama ini.

Sharon juga memberitahu bahwa Ozzy mengidap Parkinson tingkat 2.

“Ada begitu banyak jenis parkinson. Penyakit ini bukan kematian, tetapi mempengaruhi saraf tertentu dalam tubuh. Rasanya seperti ketika kalian mengalami hari yang baik kemudian berubah menjadi hari yang sangat buruk,” ujar istri Osbourne, dilansir dari CNN.

Ozzy menjelaskan bahwa saat ini ia sedang melakukan pengobatan terkait parkinson yang ia miliki. Ozzy meminta pada para penggemar untuk tak anggap karier musiknya selesai.

“Saya belum selesai. Saya belum akan pergi ke mana pun,” tutupnya.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Hiburan

The Rise of Skywalker, film Star Wars dengan ulasan terburuk

Avatar

Published

on

Star Wars: The Rise of Skywalker menjadi film dengan ulasan yang terburuk versi Rotten Tomatoes. Situs khusus ulasan film tersebut memberi nilai pada film Star Wars dengan J.J Abrams sebagai sutradara ini sebesar 52% saja.

Film yang jadi penutup dari film trilogi Star Wars tersebut mengalahkan film Star Wars: The Phantom Menace dengan ulasannya sebesar 53%, mengingat film ini dirilis di tahun 1999 silam.

Maka, tidak heran jika Rotten Tomatoes beri nilai ulasan yang rendah untuk film terakhir Star Wars ini. Sekiranya sebesar 80% cerita pada film ini terkesan memaksa dan terlalu hiperbola, seperti cerita tempelan yang tak menyatu dengan semesta yang Star Wars miliki secara menyeluruh.

Film The Rise of Skywalker seperti dibikin hanya sebatas untuk formalitas dan raup untung untuk menutup dari film trilogi Star Wars.

Bagian cerita yang terkesan sangat memaksa yaitu asal-usul Rey, yang diperankan olek aktris Daisy Ridley. Di film tersebut menjelaskan orang tua dari Rey adalah anak dari Emperor Palpatine, sang sith yang terkuat dan jahat juga lahir di sana. Artinya, Rey adalah cucu dari Palpatine.

Karakter yang dimiliki Palpatine ini sempat muncul di film sebelumnya, dua trilogi Star Wars. Palpatine diceritakan tewas dalam film Star Wars: A New Hope, tahun 1977. Ia tewas di bunuh oleh, tak lain, Darth Vader. Namun, secara tiba-tiba Palpatine bangkit dan hidup kembali di film The Rise of Skywalker, sangat dipaksa sekali.

Seharusnya, Palpatine tak perlu kembali dihidupkan hanya untuk beri tahu ia adalah kakek Rey. Chris Terrio juga J.J Abrams adalah penulis naskah film tersebut. Mestinya mereka bisa mengemas cerita dengan elegan, bukan malah dengan cara yang instan dan terkesan murahan.

Selain itu, pada film Star Wars: The Empire Strikes Back pada tahun 1980 silam masih jadi film Star Wars yang terbaik dengan nilai 94% dari ulasan film. Mengikut film tersebut, Star Wars: A New Hope, tahun 1977, juga Star Wars: The Force Awakens, tahun 2015 yang masing-masing memiliki nilai ulasan sama, 93%.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending