Komnas HAM meminta Nadiem memasukkan sejarah HAM ke kurikulum
Connect with us

Berita

Komnas HAM meminta Nadiem untuk mengajarkan siswa tentang pelanggaran HAM

Avatar

Published

on

Pixabay

Komisis Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengajarkan sejarah pelanggaran hak asasi manusia negara ini di sekolah. Rekomendasi itu muncul setelah sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa generasi muda sebagian besar tidak menyadari bab-bab yang lebih gelap dari masa lalu negara Indonesia.

Sebuah survei baru oleh Komnas HAM bekerja sama dengan Departemen Penelitian dan Pengembangan Kompas (Litbang) menemukan bahwa mereka yang berumur di bawah 22 tahun memiliki sedikit kesadaran akan tragedi HAM masa lalu di Indonesia. Ini termasuk kerusuhan 1997-1998 dan penculikan aktivis dan pembersihan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965.

Para responden muda, yang disebut dengan Gen Z dalam penelitian ini, tidak tahu banyak tentang trauma kritis sejarah negaranya, yang merenggut ribuan nyawa dan mengubah arah politik Indonesia. Studi ini menemukan bahwa sekitar 50% responden Gen Z tidak menggetahui tragedi 1965 dan sisanya juga tidak mengetahui peristiwa 1997-1998.

“[Survei] menunjukkan tantangan yang dihadapi Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan untuk menyediakan tidak hanya pendidikan inovatif tetapi juga pendidikan kewarganegaraan sehingga pelanggaran seperti itu tidak akan terjadi lagi di masa depan,” kata Komisioner Komnas HAM M, Choirul Anam. Iapun mengatakan pemerintah bertanggung jawab atas ketidaktahuan karena peristiwa itu tidak tercakup dalam kurikulum sekolah formal.

“Kita harus mencegah sejarah kelam ini terulang kembali. Itulah tantangan untuk Pak Nadiem Makarim. Pendidikan tidak hanya tentang inovasi tetapi juga tentang menemukan kebenaran,” kata Choirul. Dia mengatakan tragedi itu harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah sehingga orang-orang Indonesia akan selalu ingat bahwa bangsa ini telah melalui hari-hari ‘gelap’.

Penelitian Komnas HAM-Litbang Kompas dilakukan dari bulan September hingga Oktober dan mensurvei 1.200 responden yang berusia antara 17 dan 65 tahun dari 34 provinsi di Indonesia.

Survei tersebut berusaha untuk menangkap persepsi masyarakat tentang pelanggaran HAM masa lalu, yang banyak diantaranya masih belum terselesaikan,

Menurut Litbang Kompas, penelitian ini terbatas pada lima kasus utama pelanggaran hak asasi manusia: pembantaian 1965, penembakan misterius tahun 1983 hingga 1985, penculikan aktivis hak asasi manusia tahun 1998, penembakan Semanggi-Trisakti 1998, dan kerusuhan Mei 1998.

Survey menemukan bahwa 71% responden berharap pelanggaran HAM masa lalu akan ditangani dengan cepat. Namun, 18% responden mengatakan resolusi seperti itu tidak perlu karena kasusnya terlalu jauh di masa lalu.

Responden pesimis tentang keinginan pemerintah untuk mengejar kasus ini.

Choirul mengatakan survei menunjukkan kebutuhan mendesak untuk menangani kasus pelanggaran HAM masa lalu. Lebih dari dua belas kasus pelanggaran HAM telah diajukan ke Kejaksaan Agung. Choirul meminta pemerintah mengambilnya.

Kepala penelitian dan pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suproyanto, mengatakan lebih banyak informasi tentang pelanggaran HAM dapat ditambahakan ke dalam kurikulum.

“Kami sudah memiliki pelajaran seperti itu dalam kurikulum kami saat ini. Saya tidak yakin bagaimana orang tidak menyadarinya,” katanya, Kamis.

Sekolah terus mengajarkan versi Orde Baru.

 

SUMBER: Jakarta Post

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Virus Corona: penerbangan China-Batam dihentikan

Avatar

Published

on

Guna mencegah wabah virus Corona yang kini sudah menyebar disejumlah wilayah, penerbangan pesawat asal Xian dan Shenzhen, China menuju Batam dihentikan.

Muhammad Rudi, selaku Wali Kota Batam berkata bahwa kebijakan mengentikan untuk sementara ini diberikan oleh biro perjalanan yang membawa turis China menuju Batam, bukanlah permintaan dari pihak kepala daerah.

“Penerbangan China ke sini sudah dihentikan oleh travel agennya di sana,” ucap Rudi setelah mengecek ruang isolasi yang ada di Batam, Senin 27 Januari. Dilansir dari Antara.

Penerbangan dari kota Shenzhen dan kota Xian, China menuju kota Batam tersebut memakai pesawat sewa oleh agen travel khusus secara langsung membawa pelacong asal China mendatangi Batam.

“Berarti mereka mengantisipasi warganya juga,” tambahnya.

Sementara penerbangan yang terakhir menuju China dari Batam akan dijadwalkan pada hari Selasa besok, 28 Januari, untuk membawa kembali turis ke negara asalnya.

Batas waktu pemberhentian penerbangan tersebut ditentukan oleh agen travelnya.

“Yang berhenti mereka, mereka yang menentukan,” katanya.

Pada waktu sebelumnya, dijadwalkan penerbangan dari China menuju Batam dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu pekan.

KKP kemudian sudah mengaktifkan alat pendeteksi suhu di Bandara Hang Nadim untuk para pendatang yang tiba di bandara.

Selain itu juga, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan mengimbau para petugas bandara untuk memakai masker setiap kali melayani para penumpang yang tiba dari China guna mencegah penyebaran virus Corona.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Berita

Fakta baru dari kecelakaan Kobe Bryant

Avatar

Published

on

CNN

Paska kecelakaan helikopter yang menewaskan Kobe Bryant sekaligus putrinya, kini muncul beberapa fakta baru. Helikopter dengan jenis Sikorsky S-76B membawa sebanyak 9 orang penumpang terjatuh di tebing wilayah Calabasas, Minggu 26 Januari (waktu setempat).

Berdasarkan hasil laporan dari LA Times, helikopter tersebut terbang pukul 09.06 pagi waktu setempat dari Bandara John Wayne menuju Mamba Academy.

Selama penerbangan, helikopter itu terbang melewati area Boyle Heights dan terbang memutar di atas are Glendale.

LAPD, Kepolisian Los Angeles berkata bahwa kondisi cuaca pada saat itu tidak memenuhi standar untuk melakukan penerbangan.

Dilansir TMZ, cuaca yang berkabut di Minggu pagi menghentikan patroli yang dilakukan LAPD hingga menjelang sore.

Menurut data pelacak penerbangan, helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant mengalami problem cuaca saat di atas area Kebun Binatang LA untuk pertama kali.

Helikopter yang tahun pembuatannya pada tahun 1991 tersebut dilaporkan telah mengelilingi area kebun binatang sebanyak 6 kali dengan ketinggian yang rendah, yaitu 266,7 meter atau setara dengan 875 kaki. Hal ini dikarenakan helikopter menunggu saat cuaca menjadi cerah.

Pilot dari helikopter tersebut dikabarkan sudah melapor ke bagian menara kontrol Bandara Burbank pukul 09.30. Pihak menara telah mengetahui bahwa pilot sudah membawa helikopter berputar-putar 15 menit lamanya.

Pilot lalu membawa helikopter tersebut ke utara di mana area bebas hambatan sebelum ia belok ke arah barat. Penerbangan ia lanjutkan menuju jalan tol 101, wilayah Woodland Hills.

Pada pukul 09.40, helikopter berhadapan dengan cuaca yang semakin buruk. Pada cuaca dengan kabut tebal, helikopter berbelok ke arah selatan, daerah pegunungan sehingga pilot menaikkan ketinggiannya dari 1.200 kaki menjadi 2.000 kaki.

Menurut pihak LAPD, standar dari jarak pandang untuk melakukan penerbangan ialah 2 mil atau sejauh 3,2 KM dan ketinggiannya 800 kaki.

Kemudian pada pukul 09.45, helikopter terbang menuju gunung dengan tinggi 1.700 kaki dengan kecepatan 161 knot, menurut data pelacak.

Selama terbang 40 menit, helikopter masih tersedia 362,8 liter bahan bakar.

Sebelum pukul 10.00, kecelakaan terjadi di area Willow Glen dan Las Virgenes, Calabasas. LAPD menerima laporan pada pukul 09.47 atas kebakaran dan kecelakaan helikopter melalui sambungan telepon 911.

Kebakaran dari kecelakaan tersebut dikabarkan telah membakar seluas 2.500 meter dari lokasi. Pemadam kebakaran beranggotakan 56 personel bergegas menuju tempat kejadian.

https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20200127141914-178-469069/fakta-baru-kecelakaan-helikopter-kobe-bryant

Continue Reading

Politik

Mahkamah Internasional akan keluarkan putusan soal Myanmar

Avatar

Published

on

Pixabay

Pada hari Kamis (23/1), Mahkamah Internasional memutuskan perihal permintaan langkah darurat oleh Gambia, negara yang menuduh Myanmar sudah melakukan genosida pada penduduk minor Muslim Rohingya.

Negara kecil dari benua Afrika tersebut mengajukan gugatan hukum pada badan tertinggi PBB, Mahkamah Internasional, yang punya wewenang untuk menyelesaikan sengketa negara, di bulan November. Gambia menuduh Myanmar telah melanggar Konvensi Genosida tahun 1948.

Kasus ini belum disidangkan penuh dan putusan di hari Kamis hanya menyangkut soal permintaan Gambia tersebut. Belum ada petunjuk perihal bagaimana Mahkamah Internasional akan memberikan putusan akhir, yang mungkin akan memakan waktu yang lama.

Gambia meminta untuk segera mengambil langkah pencegahan terhadap Myanmar, seperti melindungi negara-negara bagian. Langkah yang Gambia maksud adalah menghentikan kekerasan Myanmar segera.

Gambia pun meminta hakim untuk memerintahkan Myanmar agar memberi akses bagi para badan PBB untuk menyelidiki dugaan tersebut.

Sebanyak 730.000 orang lebih dari Rohingya melarikan diri untuk selamat dari militer Myanmar yang sudah melakukan tindakan kekerasan di tahun 2017. Penduduk Rohingya kemudian terpaksa untuk tinggal di perkemahan kotor yang terletak di dekat perbatasan Bangladesh.

Penyelidik dari PBB menilai tindakan militer tersebut dilakukan dengan berniat ‘melakukan genosida’.

Sidang yang dilaksanakan selama satu pekan penuh di bulan Desember tersebut, Aung San Suu Kyi, pemimpin sipil Myanmar meminta agar panel 17 hakim menghentikan kasus ini.

Walau ia mengakui kemungkinan militer Myanmar menggunakan kuasa yang tidak seimbang hingga warga sipil banyak yang terbunuh, Suu Kyi berkata bahwa tindakan tersebut bukanlah genosida.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Trending