Google dituduh memecat karyawan yang telibat aktivisme
Connect with us

Berita

Google menghadapi kepusingan lagi dengan tuduhan yang mengatakan bahwa beberapa karyawan dipecat karena aktivisme

Avatar

Published

on

SUMBER: Business Insider

Perjuangan yang berkelanjutan antara Google dan karyawan aktivisnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

Keluhan dilaporkan telah diajukan ke Dewan Hubungan Buruh Nasional, menuduh bahwa staf dalam bisnis iklan Google dipecat secara ilegal.

Menurut Bloomberg, yang memperoleh salinan keluhan, pengadu menuduh bahwa Google memecat secara ilegal satu atau lebih karyawan karena mereka telah bergabung atau mendukung suatu kelompok buruh, dan telah memprotes syarat dan ketentuan kerja.

Dalam beberapa bulan terakhir, raksasa teknologi ini menghadapi kritik keras dari karyawan di masa lalu dan sekarang karena diangap tidak toleran terhadap keluhan dan aktivisme internal.

Keluhan juga menuduh Google mempertahankan aturan yang mencegah staf mendiskusikan kondisi kerja dan mencegah mereka mendukung kelompok kerja. Publikasi tersebut menambahkan bahwa identitas pengadu dan staf dihapus.

Bulan lalu, perusahaan memecat empat karyawan karena sesuai dengan apa yang digambarkan dalam memo internal yang bocor sebagai “pelanggaran yang jelas dan berulang” dari kebijakan keamanan data. Meskipun perusahaan mengatakan “dapat mengkonfirmasi” isi catatan internal itu, mereka tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Penembakan itu memicu kemarahan kelompok aktivis karyawan Google Walkout for Real Change, yang menerbitkan sebuah posting blog di Medium yang menuduh Google “merekrut sebuha perusahaan penghilang serikat pekerja” dan “berusaha untuk menghancurkan pengorganisasian pekerja.”

Google Walkout for Real Change adalah kekuatan pendorong dibalik pemogokan massal di Google pada akhir 2018, karena sikap perusahaan terhadap pelecehan seksual, tetapi sejak itu memperluas cakupan aktivisme untuk fokus pada kondisi kerja umum di Google.

Sejumlah mantan Googler juga menyatakan frustasi minggu ini atas apa yang mereka lihat sebagai kegagalan oleh salah satu pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin untuk meningkatkan budaya kerja perusahaan. Duo ini mundur dari peran kepemimpinan senior mereka di Alphabet awal pekan ini.

Google tidak segera menanggapi permintaan komentar oleh Business Insider.

SUMBER: Business Insider

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Pekerja Museum Louvre Perancis mogok, turis kecewa

Avatar

Published

on

Pixabay
Beberapa pengunjung Museum Louvre yang ada di kota Paris tidak bisa masuk lantaran petugas museum telah memblokir pintu masuknya, Prancis, Jumat (17/1).
Para pengunjung ingin mendatangi Museum yang rating pengunjungnya paling tinggi di dunia untuk melihat langsung pameran lukisan karya Leonardo da Vinci yang terkenal. Pameran tersebut telah dibuka semenjak Oktober 2019 dalam rangka 50 tahun meninggalnya Leonardo sang maestro lukisan yang berasal dari Italia.
“Aksi mogok pekerja Museum Louvre ini juga para petugas layanan sipil dari sektor budaya yang membuat sejumlah turis meneriakinya karena merasa frustasi antre terlalu lama di pintu masuk,” dilansir dari Channel News Asia, Jumat (17/1).
Hingga hari ini sudah terhitung selama 44 hari aksi mogok di Paris oleh para pekerja dari berbagai sektor seperti lokasi wisata dan transportasi.
Mereka melakukan propaganda perihal tolakan upaya Presiden Emannuel Macron dalam menyederhanakan sistem untuk pensiun karena dinilai akan merugikan.
Serikat Pekerja telah mendesak Macron agar membuat konsesi perihal batas usia pensiun sebab adanya isu tentang tekanan keuangan.
“Sangat menganggu datang ke Paris dan melihat Louvre di tutup. Tapi saya dukung mereka,” ujar Elaine, turis asal Brasil.
France 24, media asal Prancis, melansir aksi mogok tersebut adalah upaya serikat pekerja agar lebih menekan pemerintah.
Ini disebabkan pekerja di sektor transportasi umum dinilai melemah, seperti kereta api.
Kamis (16/1) kemarin, ada 187 ribu orang yang turun ke jalan untuk protes atas rencana reformasi pada sistem pensiun di negara tersebut. Jumlah pemrotes ini turun sangat jauh dari aksi sebelumnya yang melibatkan 452 ribu orang.
SUMBER: Tempo

Continue Reading

Berita

Malioboro bukan untuk perokok mulai bulan Maret 2020

Avatar

Published

on

Pixabay
Pemerintah Kota Daerah Istimewa Yogyakarta akan segera menerapkan wilayah Malioboro pada bulan Maret sebagai kawasan tanpa rokok seusai pembatasan kendaraan bermotor. Beberapa fasilitas sedang disiapkan sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Kepala Dinkes Jogja, Eni Dwinarsih, berkata bahwa fasilitas-fasilitas yang perlu disiapkan adalah tempat khusus merokok. “Sejauh ini, di Malioboro baru terdapat satu, yakni di Mall Malioboro,” ujar Eni, pada Jumat 10 Januari.
Kelak Malioboro tidak boleh ada yang merokok di jalanan untuk pejalan kaki. Puntung rokok yang bisa merusak area pejalan kaki, asap rokok pun cukup mengganggu warga yang berlalu lalang. Pemkot akan mulai bekerja sama dengan pelaku usaha di wilayah Malioboro seperti mall, hotel, dan toko agar bisa menyediakan tempat untuk merokok.
Pada saat ini, Dinas Kesehatan Jogja sedang mengumpulkan data banyaknya pelaku usaha di Malioboro dan lokasi mana yang mussti memiliki ruang untuk merokok. “Pelaku usaha sudah merespon, mereka minta proposal kami. Jumlahnya masih kami kaji,” tuturnya.
Ruang untuk merokok akan ditempatkan di lahan atau persil tertentu. Beberapa syarat untuk ruang merokok ialah dengan terpisahnya dari gedung utama, mempunyai akses udara dari luar, bukan tempat untuk lalu lalang, dan tidak dekat dengan pintu. Sementara komponen dan desain dalam ruangan akan diserahkan pada masing-masing pemilik lahan.
Selain Malioboro, Pemkot pun menggencarkan pelaksanaan kawasan tanpa rokok ini di masyarakat dan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) . “Camat juga diwajibkan memantau KTR untuk hotel dan restoran di wilayahnya,” tambah Eni.
Bayu Laksmono, sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Satuan Polisi Pamong Praja berkata bahwa hari Jumat mendatang para jawatannya akan mengadakan sosialiasi untuk menyebarluaskan KTR, dengan langkah mengundang kodim, OPD, dan kepolisian.
Dari hasil evaluasi dan pemantauan, pelaksanaan kawasan tanpa rokok ini belum maksimal. Pada sejumlah instansi masih ditemukan alat merokok dan asbak. Meskipun demikian, sanksi yang diberikan masih berupa bentuk pembinaan. “Memberi informasi saja supaya mereka memahami,”.
SUMBER: Tempo

Continue Reading

Berita

Hendak menumpang truk, bocah tewas terserempet bus di Koja

Avatar

Published

on

Pixabay
Seorang anak laki-laki yang berinisial IH (13 tahun) tewas akibat terserempet oleh bus di Jalan Yos Sudarso, wilayah Koja, Jakarta Utara, pada Jumat malam (17/1).
Kecelakaan ini terjadi pada saat IH ingin mencoba menumpang pada truk yang sedang melintas.
Pada awalnya, IH dan teman-temannya memberhentikan truk yang sedang berjalan.
MS, salah satu temannya, berkata bahwa IH terjatuh dari sambungan mobil truk yang dihentikan.
“Kita udah di atas truk, ya udah tiba-tiba dia posisinya mau ke depan, terus terjatuh,” ujar MS, dilansir oleh Tribun Jakarta.
Salah seorang juru parkir yang berada dekat dengan lokasi, Alex (52 tahun), mengaku bahwa ia sering melihat IH dan teman-teman lainnya menumpang truk di sana.
“Emang anak-anak ini sering numpang-numpang truk gitu,” paparnya.
Korban meninggal dunia seketika di TKP. Jenazah IH kemudian dibawa oleh Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Utara menuju RS Cipto Mangunkusumo.
SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending