Bintang "Aladdin", Mena Massoud belum mendapatkan satupun audisi sejak film dirilis • Malang Post News
Connect with us

Hiburan

Bintang “Aladdin”, Mena Massoud belum mendapatkan satupun audisi sejak film dirilis

Avatar

Published

on

See.News

“Saya belum melakukan audisi apapun sejak ‘Aladdin’ keluar.”

Kecuali jika kamu telah hidup di bawah batu (atau, uh, di dalam lampu ajaib) maka kamu mungkin tahu bawa Disney merilis remake live-action dari Aladdin tahun ini dan menghasilkan banyak uang — lebih tepatnya lebih dari satu miliar dolar.

Tapi bintang dari remake itu, Mena Massoud, baru saja mengaku dalam sebuah wawancara jujur dengan The Daily Beast tentang kehidupannya setelah Aladdin, dan perjuangan yang dia hadapi untuk menemukan pekerjaan.

Massoud mengatakan kebanyakan orang hanya berasumsi dia pasti super kaya dan sukses sekarang karena dia membintangi film box office hit.

“Saya duduk di sini seperti, oke, Aladdin baru mencapai $1 miliar. Bisakah saya setidaknya mendapatkan audisi?” tuturnya. “Saya belum melakukan audisi apapun sejak Aladdin keluar. Saya agak bosan diam tentang hal itu,” jelasnya dalam wawancara. “Saya ingin orang-orang tahu bahwa hidup tidak selalu seperti dandelion dan mawar ketika kalian melakukan sesuatu seperti Aladdin.”

Mena mengatakan Hollywood masih ragu untuk memberinya kesempatan, meskipun film pertamanya sukses dan dia juga mengungkapkan bahwa dia harus “menarik kembali” harapannya untuk sukses, setelah Aladdin.

“Mengenai apakah orang-orang akan menemukan saya dari film itu [Aladdin] atau apa yang akan dilakukan oleh film itu, saya benar-benar tidak tahu,” pungkasnya. “Saya tidak bisa memberitahumu bagaimana keadaan akan berjalan kedepannya.”

 

SUMBER: Buzzfeed

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Kang Emil sebut 60 juta wisatawan berkunjung ke Jabar selama 2019

Avatar

Published

on

detikcom

Ridwan Kamil (Kang Emil), selaku Gubernur Jabar berkata bahwa ada 60 juta wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Jawa Barat di tahun 2019. Angka ini di atas yang Disparbud targetkan yaitu 49 juta orang yang berwisata.

“Sepanjang tahun 2019 kemarin, Jawa Barat memiliki prestasi di bidang pariwisata yang luar biasa. Dari target wisatawan 49 juta yang datang 60 juta. Artinya, orang yang datang untuk berbahagia dan bergembira di Jabar itu melebihi target yakni 11 juta orang,” ujar Emil setelah selesai membuka acara Peluncuran West Java Calendar Event and Festival tahun 2020 di Bandung, pada hari Rabu 22 Januari.

Ia berkata bahwa hingga pada saat ini Disparbud Provinsi Jawa Barat sudah melakukan inovasi secara terus menerus untuk wisatawan semakin tertarik dan menikmati Jawa Barat dari gunung hingga pantai.

“Ada yang datang ke sini untuk wisata buatan dan ada juga yang datang karena ingin ke festival,” ujarnya.

Emil mengatakan tentang festival wisata dibuat oleh Disparbud Jawa Barat yang jumlahnya capai ribuan dimulai dari skala kecil yang ada di kampung sampai skala besar.

“Tapi, sekarang kita klasifikasi ada 167 festival unggulan untuk perkuatan ekonomi di Jabar. Nah, dari 167 ini ada olahraga, ada tradisi, ada yang sifatnya religius dan ada yang musik dan lain-lain. Nah, Kontribusi ini nilainya saya coba hitung, ada triliunan (rupiah) datang dari perputaran itu,” jelas Emil.

Menurutnya, 167 festival tersebut akan diadakan di 27 Kota/Kabupaten. 5 diantaranya adalah festival unggulan.

“Bentuknya itu ada yang sifatnya di kota atau pedesaan, gunung dan lain-lain. Yang diunggulkan ada lima sesuai dengan standar yang diberikan Kemenparekraf. Jadi, lima ini dapat dukungan dari pusat,” tuturnya.

Festival yang menjadi unggulan di tahun 2020 diantaranya adalah Festival Keraton yang akan diadakan di Cirebon, Acara Kebudayaan Priangan Garut, Festival Cap Go Meh, Festival Jatigede, dan Festival Asia Afrika Bandung.

SUMBER: Antara

Continue Reading

Hiburan

Ozzy Osbourne akui mengidap parkinson

Avatar

Published

on

foxnews.com

Ozzy Osbourne, musisi, mengungkap dirinya mengidap parkinson. Pernyataan ini ia berikan saat diwawancara pada acara Good Morning America, ditayangkan hari Selasa 21 Januari waktu setempat.

Robin Roberts, yang mewawancarai Ozzy, bertanya padanya apa ada alasan-alasan tertentu kenapa dia mengumumkan penyakitnya sekarang. Ozzy yang didampingi oleh Sharon, istrinya, menjawab pertanyaan tersebut.

“Sejak dulu itu bukan masalah yang besar, saya tidak mengetahui perbedaan (mengidap parkinson atau tidak). Sharon bertanya ‘apakah kamu baik-baik saja? kamu terlihat berbeda’,” jelas Ozzy dengan pengucapannya yang sedikit tidak jelas.

Dua tahun belakang, Ozzy memang sempat mengalami masalah pada kesehatannya. Di bulan Oktober 2018, turnya yang keliling Amerika Serikat dibatalkan. Sebab ia harus melakukan operasi pada tangan kanannya.

Lalu, Januari 2019, ia dirawat di RS karena flu yang bersambung jadi paru-paru basah. Satu bulan kemudian, ia harus diberikan perawatan secara intensif di RS swasta.

Masih di tahun 2019, ia terjatuh di kediamannya. Kecelakaan jatuh ini menyebabkan beberapa masalah seperti tulang belakang dan bagian lehernya hingga mesti dioperasi.

Karena itu terpaksa ia menunda tur “No More Tours 2 Tour”, di mana tur akan dilaksanakan di Inggris dan Eropa. Konser mulanya akan diadakan di pertengahan tahun 2019, diundur menjadi awal tahun 2020.

“Ketika saya terjatuh, semua menjadi gelap. Saya ke kamar mandi kemudian saya jatuh, tiba-tiba jatuh dan terbanting ke lantai,” ucapnya.

“Saya ingin ketika terbaring berpikir, ‘Ya, kamu sudah melakukannya’, Sharon memanggil ambulans untuk saya. Setelah itu, semuanya (kesehatan saya) menurun,” lanjut Osbourne.

Robert bertanya lagi untuk memastikan kondisi Ozzy setelah semua kejadian tersebut berangsur pulih. Sharon memberikan penjelasan bahwa sampai pada saat ini, sudah memakan satu tahun lamanya untuk proses pemulihan.

“Bulan depan, satu tahun (setelah saya terjatuh). Itu tahun paling buruk, paling panjang, paling menyakitkan dan paling menyedihkan bagi saya,” tambah Ozzy Osbourne.

Roberts menjelaskan tentang Ozzy yang ingin beri tahu kondisinya pada publik. Menurutnya, Osbourne mengetahui media memberi berita perihal kesehatannya yang buruk selama ini.

Sharon juga memberitahu bahwa Ozzy mengidap Parkinson tingkat 2.

“Ada begitu banyak jenis parkinson. Penyakit ini bukan kematian, tetapi mempengaruhi saraf tertentu dalam tubuh. Rasanya seperti ketika kalian mengalami hari yang baik kemudian berubah menjadi hari yang sangat buruk,” ujar istri Osbourne, dilansir dari CNN.

Ozzy menjelaskan bahwa saat ini ia sedang melakukan pengobatan terkait parkinson yang ia miliki. Ozzy meminta pada para penggemar untuk tak anggap karier musiknya selesai.

“Saya belum selesai. Saya belum akan pergi ke mana pun,” tutupnya.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Hiburan

The Rise of Skywalker, film Star Wars dengan ulasan terburuk

Avatar

Published

on

Star Wars: The Rise of Skywalker menjadi film dengan ulasan yang terburuk versi Rotten Tomatoes. Situs khusus ulasan film tersebut memberi nilai pada film Star Wars dengan J.J Abrams sebagai sutradara ini sebesar 52% saja.

Film yang jadi penutup dari film trilogi Star Wars tersebut mengalahkan film Star Wars: The Phantom Menace dengan ulasannya sebesar 53%, mengingat film ini dirilis di tahun 1999 silam.

Maka, tidak heran jika Rotten Tomatoes beri nilai ulasan yang rendah untuk film terakhir Star Wars ini. Sekiranya sebesar 80% cerita pada film ini terkesan memaksa dan terlalu hiperbola, seperti cerita tempelan yang tak menyatu dengan semesta yang Star Wars miliki secara menyeluruh.

Film The Rise of Skywalker seperti dibikin hanya sebatas untuk formalitas dan raup untung untuk menutup dari film trilogi Star Wars.

Bagian cerita yang terkesan sangat memaksa yaitu asal-usul Rey, yang diperankan olek aktris Daisy Ridley. Di film tersebut menjelaskan orang tua dari Rey adalah anak dari Emperor Palpatine, sang sith yang terkuat dan jahat juga lahir di sana. Artinya, Rey adalah cucu dari Palpatine.

Karakter yang dimiliki Palpatine ini sempat muncul di film sebelumnya, dua trilogi Star Wars. Palpatine diceritakan tewas dalam film Star Wars: A New Hope, tahun 1977. Ia tewas di bunuh oleh, tak lain, Darth Vader. Namun, secara tiba-tiba Palpatine bangkit dan hidup kembali di film The Rise of Skywalker, sangat dipaksa sekali.

Seharusnya, Palpatine tak perlu kembali dihidupkan hanya untuk beri tahu ia adalah kakek Rey. Chris Terrio juga J.J Abrams adalah penulis naskah film tersebut. Mestinya mereka bisa mengemas cerita dengan elegan, bukan malah dengan cara yang instan dan terkesan murahan.

Selain itu, pada film Star Wars: The Empire Strikes Back pada tahun 1980 silam masih jadi film Star Wars yang terbaik dengan nilai 94% dari ulasan film. Mengikut film tersebut, Star Wars: A New Hope, tahun 1977, juga Star Wars: The Force Awakens, tahun 2015 yang masing-masing memiliki nilai ulasan sama, 93%.

SUMBER: CNN

Continue Reading

Trending