Mengapa Pyridam Farma Tbk (PYFA) Melakukan Apa Yang Dilakukan • Malang Post News
Connect with us

Berita

Mengapa Pyridam Farma Tbk (PYFA) Melakukan Apa Yang Dilakukan

Avatar

Published

on

PYFA dibuka pada 180.0, mencapai tinggi 180.0 dan rendah 180.0 sebelum ditutup pada harga 180.0. Ada volume total 1800.0. Kami melihat akumulasi indeks distribusi 364.0, volume on-balance 184.0, aliran uang chaikin 0.16486 dan indeks kekuatan 16.0. Ada kemudahan peringkat pergerakan 0.03956, tren volume-harga -6.36763 dan indeks volume negatif 1000.0.

Kami juga mencatat kisaran sebenarnya rata-rata dari 4.37374, band penguat dari 187.65685, band bollinger atas 176.34315, band bollinger rendah 180.0, indikator band tinggi bollinger 1.0, indikator band rendah bollinger 1.0, saluran keltner pusat 180.0, saluran keltner pita tinggi 180.0, saluran keltner pita rendah 180.0, indikator saluran keltner pita tinggi 1.0 dan indikator saluran keltner pita rendah 1.0. Ada pita tinggi saluran donat 180.0, pita rendah saluran donat 180.0, indikator pita tinggi saluran donat 1.0, dan indikator pita rendah saluran donat 1.0.

Kami menghitung a Moving Average Convergence Divergence (MACD) dari 0.08974, sinyal MACD dari 0.04986, perbedaan MACD dari 0.03989, indikator Exponential Moving Average (EMA) yang cepat dari 180.0, indikator Exponential Moving Average (EMA) yang lambat dari 180.0, Indeks Pergerakan Arah Rata-Rata (ADX) dari unknown, ADX positif dari 20.0, ADX negatif dari 20.0, Indikator Vortex positif (VI) dari 1.0, VI negatif dari 1.0, perbedaan tren vortex dari 0.32291, trix -3.35027, Indeks Massa (MI) dari 3.68928, Indeks Saluran Komoditas (CCI) dari 66.66667, Oscillator Harga yang Ditolak (DPO) dari 7.0, Oscillator KST (KST) dari -37.43316 dan Oscillator KST (Sinyal KST) dari -37.43316 (meninggalkan perbedaan KST dari 5.34759). Kami juga menemukan peringkat Ichimoku dari 180.0, peringkat Ichimoku B dari 180.0, tren visual Ichimoku A dari 187.67, tren visual Ichimoku B dari 186.1, Indikator Aroon (AI) naik dari 4.0 dan indikator AI turun dari 4.0. Yang meninggalkan perbedaan 4.0.

Kami menemukan Relative Strength Index (RSI) dari 50.0, Indeks Aliran Uang (MFI) dari 51.09877, True Strength Index (TSI) dari -100.0, osilator akhir dari 36.36364, osilator stokastik dari 50.0, sinyal osilator stokastik dari 50.0, peringkat Williams% R dari -50.0 dan osilator mengagumkan dari 1.06667.

Ada pengembalian harian dari -3.74332, pengembalian log harian dari 2.19789 dan pengembalian kumulatif dari 2.22222.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Karena kumis, Dubes AS buat rakyat KorSel marah

Avatar

Published

on

suara.com

Harry Harris, Duta Besar AS untuk Korea Selatan, belakangan ini memicu marahnya rakyat Korea Selatan karena kumis.

Mantan dari perwira tinggi Angkatan laut Amerika Serikat ini dinilai tidak hormat terhadap Korea Selatan. Bahkan, beberapa beranggapan bahwa ia telah melecehkan Korea Selatan.

Dilansir The Guardian minggu lalu, warganet Korea Selatan telah menyebutkan bahwa kumis yang dimiliki Harry Harris tersebut mengingatkan mereka pada penjajahan Jepang tahun 1910 sampai 1945.

Di masa itu, seluruh Gubernur Jenderal Jepang yang menguasai Korea Utara, menumbuhkan kumisnya.

Tidak heran bahwa warga Korea Selatan menuduh Harry Harris yang menjabat sebagai Duta Besar AS semenjak 25 Juli 2018 tidak memiliki kepekaan terhadap pahitnya sejarah kolonialisasi yang Jepang lakukan terhadap Korea.

Penjajahan Jepang yang dilakukan selama 35 tahun terhadap Korea terkenal dengan kebrutalan dan sikap Jepang yang tidak hormat pada Korea.

Yang membuat semakin berangnya publik Korea Selatan pada Harris ialah ia memiliki darah Jepang.

Harry Harris yang besar dan lahir di Yokosuka, Jepang, sebelum ia dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Sang ayah adalah Binkley Harris warga negara Amerika Serikat, dan Ibunya adalah Fumiko Ohno warga negara Jepang.

Korea Times, surat kabar asal Korea Selatan, memberika kritik pada Harris yang menyebutkan bahwa ia baru menumbuhkan kumis semenjak diangkat pada masa pemerintahan Presiden Trump.

Harris yang kini berusia 63 tahun disebut tidak pernah menumbuhkan kumisnya selama 40 tahun selama ia di Angkatan laus AS, sejak 1978 sampai 2018.

“Kumis Harris adalah simbol tidak hormat AS terhadap Korsel. Harris lebih mirip dengan seorang Gubernur Jenderal dibandingkan seorang diplomat,” sebut Korea Times.

Merespon atas kemarahan yang dilakukan oleh rakyat Korea Selatan, Harris berkata bahwa ia ingin memberikan perubahan pada dirinya yang lama menjadi tentara dan kini menjadi diplomat.

Ia berpendapat bahwa hal ini adalah konyol dan tak relevan dengan jabatan yang ia pegang.

“Saya ingin lebih muda tetapi juga tidak mungkin. Namun, saya dapat menumbuhkan kumis, dan saya memutuskan untuk melakukannya.” jelas Harris.

“Kumis saya menjadi bulan-bulanan. Saya percaya kritik ini muncul karena latar belakang etnis saya yang seorang Amerika berdarah Jepang.” lanjutnya.

Ia juga melanjutkan bahwa tidak ada yang memberikan kritik ke pemimpin kemerdekaan Korea yang memiliki kumis. Ia dengan tegas bahwa ia tidak akan mencukurnya.

“Saya adalah saya. Kalian harus meyakinkan saya jika kumis ini berpotensi merusak hubungan diplomatik Korsel dan AS.” tutupnya.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Polisi sulit mengidentifikasi kerangka yang ditemukan di rumah kosong

Avatar

Published

on

Pixabay

Polisi mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi kerangka manusia yang beberapa waktu lalu ditemukan dengan keadaan duduk di kursi sofa rumah kosong, yang berlokasi di Jalan Sukamenak Indah, Desa Sayati, Kec. Margahayu, Kab. Bandung.

“Memang di tempat kejadian kita tak bisa menemukan identitas yang bisa menunjukkan siapa orang (korban) ini,” ucap Kombes Hendra Kurniawan selaku Kapolresta Bandung, saat ditemui di Mapolresta Bandung, Kab. Bandung, hari Senin 20 Januari.

Berdasarkan hasil olah TKP, pihak kepolisian bahkan tak menemukan identitas korban baik kartu pengenal atau identitas korban lainnya.

Untuk mengungkapkan identitas korban, pihak keopilisan lalu mengajak dokter forensik dari Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung.

“Di TKP ini, korban tidak ditemukan menggunakan pakaian, hanya gunakan ponco. Tidak ada identitas kartu, ataupun dompet segala macam, tidak ada ini. Makanya kita kesulitan meminta bantu forensik,” tutur Hendra.

Seperti yang diketahui sebelumnya, warga dari Kompleks Sukamenak Indah Blok I 61 RT 06/04 di Desa Sayati, Kec Margahayu, Kab. Bandung, Jabar, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia keadaan duduk di kursi sofa rumah kosong, hari Selasa 14 Januari.

Ketika ditemukan, keadaan dari kerangka manusia tersebut masih tersisakan jas hujan yang berwarna biru muda dengan posisi duduknya, kedua kaki ke bawah.

Kombes Pol Saptono Erlangga, selaku Kabid Humas Polda Jabar, menjelaskan bahwa kerangka tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi Suherman yang adalah orang suruhan dari pemilik rumah untuk membersihkan pekarangan rumah tersebut.

Saat tiba di rumah itu sekitar pukul 13.00 WIB, saksi pertama melihat rumput di pekarangan rumah sudah dipotong, ditanami pohon singkong, pintu samping rumah terbuka biasanya terkunci dengan rapat, dan kaca jendela bagian depan rumah sudah pecah.

“Kemudian saksi masuk ke dalam ke ruang keluarga dan langsung kaget menemukan di atas kursi sofa yang diduga kerangka tulang manusia,” sebut Erlangga.

Saksi lalu memberitahu temuannya tersebut ke pemilik rumah, Johan.

Menerima laporan orang suruhannya, Johan lalu segera memeriksa kondisi rumah dan melapor ke pihak kepolisian.

Erlangga kemudian memberikan penjelasan bahwa berdasarkan keterangan pemilik rumah, rumah tersebut belum pernah direnovasi dan sudah kosong sejak 2014 saat pemilik membeli rumah tersebut.

Suherman sebagai saksi terakhir kali membersihkan pekarangan di rumah kosong itu saat bulan Mei 2019.

Pada saat itu, saksi belum sempat masuk ke rumah.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Berita

Gunakan speedboat, warga selamatkan hiu paus yang terdampar

Avatar

Published

on

Pixabay

Warga dari Desa Kayeli, Kec. Telik Kayeli, Kab. Buru, Maluku, telah menyelamatkan seekor hiu paus yang tengah terdampar pada pesisir pantai sekitar desa mereka.

Ikan yang bernama latin Rhincodon Typus tersebut telah terdampar di pesisir pantai sampai membuat kaget warga sekitar, hari Minggu 19 Januari 2020.

Shale Wael adalah salah satu warga desa sekitar. Ia berkata bahwa ikan tersebut terdampar tepat di bagian bibir pantai dengan kondisi yang lemas.

Ketika itu, warga yang pertama kali melihat ikan tersebut segera memberitahu pada warga yang lainnya, tidak lama pantai penuh dengan warga setempat.

“Kita di sini bilang ikan kaluyu. Kondisinya memang masih hidup saat itu, tapi sangat lemas,” kata Shale saat diminta konfirmasi, hari Senin 20 Januari.

Ia berkata bahwa dari saran yang diberikan tokoh-tokoh masyarakat sekitar desa, hiu tersebut agar ditolong dan kembalikan ke habitat asalnya di laut lepas.

Besarnya hiu itu sepanjang 3 meter lebih, membuat warga menariknya ke laut harus memakai speedboat .

“Ikannya diikat, lalu ditarik dengan speedboat karena memang terlalu besar. Kami tolong karena memang masih hidup,” ujarnya.

Wiwit, petugas KKP Pengelolaan Sumber Daya Pesisisr dan Laut (PSPL) Sorong, Maluku, menyatakan benar bahwa ada hiu paus terdampar di pantai sekitar desa Kayeli tersebut.

“Itu jenis hiu paus, saya juga baru dapat informasinya,” ujar Wiwit.

Menurutnya, ada banyak sekali faktor yang memungkinkan penyebab dari hiu terdampar tersebut. Seperti faktor lingkungan, usia, dan lainnya.

“Ada banyak faktor, tapi kita tidak bisa memutuskan mengapa hingga hiu itu bisa terdampar,” tutupnya.

SUMBER: Kompas

Continue Reading

Trending