Milo Seperti Kehilangan Putranya


Mantan pelatih Arema Milomir Seslija ikut sedih mendengar Ahmad Kurniawan meninggal. (Guest gesang/malang post)

MALANG  - Kepergian Achmad Kurniawan, penjaga gawang Arema, tidak luput membuat mantan pelatihnya, Milomir Seslija terpukul. Mengetahui pemain yang sempat dia warning karena kelebihan berat badan di awal tahun 2016 itu meninggal, pelatih dengan sapaan akrab Milo itu merasa seperti sedang bermimpi.
“Rasanya seperti mimpi harus kehilangan AK. Saya sedih mendengar dia meninggal,” ujar Milomir Seslija.
Menurutnya, kehilangan AK sama seperti dirinya kehilangan putra sendiri. Dia mengakui, dari Bosnia dirinya tidak bisa berhenti menitikkan air mata saat mengingat AK. “Rasanya sangat menyedihkan. Saya hanya bisa berdoa supaya putra saya ini istirahat dengan tenang di sisi Tuhan,” sebut dia.
Dia mengakui, saat mendengar AK kritis, dirinya sudah sedih. Tetapi, kala itu dia yakin jika AK kuat, apalagi dengan dukungan doa pada orang-orang yang sangat menyayanginya.  Bahkan, dia terus berkomunikasi dengan beberapa orang di Malang yang mengetahui kondisi AK.
Milo selalu menanyakan kondisi AK. Penjaga gawang yang diakuinya sebagai salah satu yang tertangguh dan paling siap dalam kondisi apapun dalam sepak bola Indonesia. Hasiln ya, terbukti di TSC 2016 lalu. Milo melawan semua keraguan banyak pihak dan terus menerus menurunkannya dalam 16 pertandingan, dimulai ketika Kurnia Meiga dan I Made Wardana cedera di pekan 18.
Dia tidak peduli ketika banyak pihak berbicara postur tubuhnya yang tambun, usianya yang tua bahkan sampai jarang bermainnya AK selama beberapa tahun sebelumnya. Hasilnya, penjaga gawang yang juga kerap dipanggil Bagol itu bermain gemilang dan mengundang decak kagum pecinta sepak bola Indonesia.
“AK memiliki karakter yang kuat dan dia adalah pejuang yang tangguh,” tegas Milo.
Menurut Milo, AK bahkan lebih dari salah satu penjaga gawang terbaik di Indonesia. Bahkan, dia selalu teringat pada AK, yang menyelesaikan semua keluhan dan latihan dengan senyuman. Seperti ketika latihan mendapatkan marah dari pelatih, dia hanya menjawab siap dan tidak lupa tersenyum.
“Saya tidak akan bisa melupakan wajahnya yang selalu penuh dengan senyum,” tandasnya. (ley/jon)

Sering dibaca :